Senin, 24 Mei 2010

Contoh Pidato TAhun Baru Hijriah

PIDATO DALAM RANGKA MEMEPERINGATI

TAHUN BARU HIJRIYAH.

*السلام عليكم ورحمة الله زبركا ته *

الْحمدُ اللهِ رَبِّ الْعاَ لَمِيْنَز القَا ئلِ فِى كِتَا بِهِ الْمًبِيْنْ, وَمَا اْرِسَلنَا كَ الاَّ رَحْمَةَ لِلْعَا لَمِيْنِ. وَالصَّلاَ ةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ الْمُرْسَليْن. سيِّدَ نَا مُحمَّدٍ وَعَلَى اله وَاصْحَا بِهِ اجْمَعيْنْز اَمَّا بَعْدُ


معشرل مسلمين راحما كم الله

Pada kesempatan ini , patutlah kita memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah yang telah mengaruniakan rahmat, hidayah, inayah sehingga kita semua dalam kesempatan ini dapat berkumpul di majlis ini dalam keadaan sehat wal’afiyat dalam rangka memperingati dan menyambut Tahun Baru Hijriyah.


معشرل مسلمين راحما كم الله


Sekarang kita memasuki bulan Muharrom, yang berarti kita telah meninggalkan tahun-tahun yang telah lalu, dan berarti kita melangkah ke tahun yang baru (yakni tahun.......Hijriyah). marilah dalam tahun baru ini kita isi lembaran-lembaran kertas putih dengan tinta emas demi kesuksesan di masa mendatang. Dan marilah kita tengok ke belakang sejenak dalam 1 lembaran-lembaran yang penuh dengan catatan-catatan, jadikan pengalaman dan suri tauladan catatan itu, maka yang baik kita ambil dan mana yang buruk kita buang/singkirkan. Pengalaman adalah guru yang paling baik. Sudah barang tentu pada tahun-tahun yang silam kita mengalami pengalaman-pengalaman yang manis dan lezat.

Dalam suasana tahun baru ini kita semua harus senantiasa berusaha meningkatkan pengabdian kita kepada Allah Ta’ala. Kalau tahun-tahun yang telah lalu/dimasa silam itu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan. Jika dimasa-masa lalu kita masih banyak melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, maka marilah pada tahun baru ini kita anti kemaksiatan-kemaksiatan itu dengan semangat memperbanyak amal kebajikan, amalan-amalan yang diridloi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kapan kita memperbaiki diri kalau idak mulai sekarang. Janganlah suka menunda-nunda waktu, membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak berakhir. Gunakan waktu-waktumu dengan sebaik-baiknya dengan giat bekerja, giat belajar, dan giat beribadah serta giat dalam membangun negara dan bangsa.


الْوَقْتُ كَا السَّيْف إنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ

Artinya : Waktu itu bagaikan pedang, apabila kamu tidak menggunakannya niscaya pedang itu akan memotong kamu..


الْوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّ هَبَ


Artinya : Waktu tu lebih mahal daripada emas


معشرل مسلمين راحما كم الله


Sudah kita maklumi bersama bahwa umur kita itu masing-masing telah ditentukan ajalnya oleh Sang Maha Pencipta. Ini berarti umur kita bukanlah semakin bertambah, akan tetapi malah sebaliknya semakin berkurang, bergantinya tahun berarti berkurangnya umur kita di dunia ini dengan memperbanyak amal saleh sebagai bekal kita di hari mendatang (yakni setelah kita mati)

Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa yang tahu besok atau nanti kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru, tetapi siapa tahu kalau tahun depan kita sudah berada di alam kubur. Sehubungan dengan hal ini ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa pada suatu hari anak Kholifah Umar bin Khattab kembali pulang dari sekolah dengan menangis. Ketika ditanya oleh ayahnya lalu anak itu menjawab : Wahai ayahku, teman-temanku disekolah menghitung-hitung tmbalan bajuku dan mengejekku dengan ucapan begini : Lihatlah anak Amirul Mu’minin bajunya penuh dengan tambalan.

Mendengar pengaduan anak itu timbullah rasa kasihan dalam hati Umar bin Khattab terhadap anaknya. Oleh karena itu beliau mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan Negara yang isinya minta agar beliau dipinjami uang sebanyak empat dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong. Kemudian bedaharawan Negara itu mengirim surat jawaban yang isinya demikian : Wahai Umar, adakah telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan ? Bagaimana kalau engkau mati sebelum melunasi hutangmu ? Apa yang engkau perbuat terhadap hutangmu di hadapan Allah ? Membaca surat dari bendaharawan Negara itu menangislah Umar, lalu beliau menasehati dan berkata kepada anaknya : Wahai anakkku, berangkatlah kesekolah sebagaimana biasa, karena aku tidak dapat memperhitungkan umurku walaupun sejam lagi.”


معشرل مسلمين راحما كم الله


Demikianlah keterbatasan umur dan siapapun tidak tahu tentang batas umur yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Oleh karena itu marilah kita pergunakan kesempatan hidup di dunia yang serba terbatas ini dengan meningkatkan ketaqwaaan kita kepada Allah SWT.

Demikian sepatah dua kata yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, yakni dalam rangka menyambut tahun baru hijriyah, semoga ada guna dan manfaatnya. Dan marilah kita sambut tahun baru ini dengan meningkatkan pengabdian kita kepada Allah SWT. Dengan demikian semoga kita dapat termasuk golongan orang-orang yang mensucikan diri dan dimasukkan kedalam surga Nya Amiin. Sekian ihdinash shirotol mustaqim.

اهد ينصرا طل طستقيم


والّسلا م عليكم ورحمة الله وبر كته

0 komentar:

Poskan Komentar